Info62.News, Kotamobagu – 3 Desember 2025, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan program MagangHub, sebuah inisiatif magang nasional untuk fresh graduate perguruan tinggi. Program ini mengatasi pengangguran dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja muda dengan magang enam bulan di lebih dari 800 perusahaan mitra, termasuk instansi layanan publik seperti kantor imigrasi.
MagangHub bukan sekadar magang biasa, tetapi upaya meningkatkan daya saing lulusan melalui keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri. Peserta mendapat uang saku setara UMK, jaminan sosial, dan bimbingan mentor profesional untuk mengembangkan kompetensi dan jaringan kerja.

Dimulai Oktober 2025, MagangHub bertujuan membentuk talenta muda siap kerja, memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan adaptif terhadap dunia usaha dan teknologi. Dengan ini, lulusan baru tak hanya punya teori, tapi juga pengalaman praktis sebagai modal kerja.
Sebagai bagian dari implementasi program nasional tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu memberikan edukasi dan pembekalan bagi peserta MagangHub Batch 2 mengenai keimigrasian yang mencakup tugas, fungsi, serta kewenangan imigrasi dalam menjaga keamanan negara sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pembekalan ini diberikan oleh mentor Bpk. Rifandy Machmud dan Bpk. Sahmir Sarmin untuk memastikan peserta memahami bahwa keimigrasian tidak hanya terkait administrasi perjalanan, tetapi juga meliputi pengawasan orang asing, penegakan hukum, dan perlindungan kepentingan nasional.
Pembekalan tersebut menjadi sangat relevan dengan program MagangHub Batch 2, yang memang dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai dunia kerja pemerintahan, khususnya bidang keimigrasian. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep keimigrasian diterapkan dalam pelayanan publik, pengawasan, hingga koordinasi lintas instansi. Sehingga, apa yang dipelajari tidak berhenti pada tataran akademis, melainkan berubah menjadi pengalaman yang aplikatif.
Dari sudut pandang masyarakat, kehadiran peserta magang yang memahami keimigrasian juga memiliki nilai penting. Masyarakat kerap berhadapan dengan persoalan seperti paspor hilang, izin tinggal orang asing, atau pelaporan akomodasi, namun masih minim literasi. Dengan adanya peserta magang yang sudah dibekali pengetahuan, mereka dapat membantu memberikan penjelasan sederhana, menjadi jembatan informasi, dan memperkuat fungsi edukasi publik. Pada akhirnya, program magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian kepada masyarakat luas.***















