INFO62.NEWS,KOTAMOBAGU — Kasus dugaan malapraktik di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu kembali menyita perhatian publik setelah serangkaian kejanggalan terungkap dalam penanganan seorang ibu muda, Nazwa Gomba (19), yang meninggal dunia usai menjalani operasi di rumah sakit tersebut.
Proses medis yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru meninggalkan tanda tanya besar. Kini, rangkaian dugaan pelanggaran prosedur itu bergulir hingga ke meja penyidik Polres Kotamobagu.
Operasi Diduga Berubah di Tengah Jalan
Nazwa awalnya datang sebagai pasien BPJS. Namun keluarga menuturkan pelayanan berubah begitu mereka memutuskan membayar secara tunai. Operasi caesar yang direncanakan diduga berubah arah ketika prosedur sudah berjalan.
Keluarga menegaskan tidak pernah menandatangani persetujuan tindakan tambahan. Namun hasil pemeriksaan lanjutan di RS Siloam Manado menguatkan dugaan kejanggalan, dimana dokter mendapati ovarium kanan Nazwa sudah tidak ada.
Kondisi Nazwa terus memburuk pasca operasi. Tubuhnya membengkak, mengalami infeksi parah, hingga akhirnya meninggal dunia.
Pihak RSIA Kasih Fatimah membantah adanya kelalaian dan menegaskan seluruh tindakan sudah sesuai prosedur.
Status Kasus Naik ke Penyidikan
Polres Kotamobagu menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan setelah menemukan sejumlah indikasi awal:
• Pemeriksaan ahli,
• Temuan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang memuat dugaan pelanggaran disiplin dan kelalaian profesional.
Temuan tersebut memperkuat dasar penyidikan. Polisi kini menelusuri penerapan Pasal 359 KUHP, yaitu kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.
Empat Laporan, Tiga Pasien Meninggal
Polres Kotamobagu mengonfirmasi adanya empat laporan dugaan malapraktik di RSIA Kasih Fatimah:
• Tiga pasien meninggal,
• Satu pasien menjalani operasi susulan akibat dugaan kesalahan tindakan medis.
Deretan laporan tersebut memunculkan dugaan adanya pola kesalahan sistemik dalam manajemen pelayanan rumah sakit.
Dokumen Persetujuan Jadi Sorotan
Informed consent kini menjadi titik krusial penyidikan.
Versi keluarga:
Mereka hanya menandatangani persetujuan operasi caesar.
Versi RSIA:
Keluarga disebut telah menerima penjelasan lengkap, termasuk terkait tindakan pengangkatan kista atau ovarium.
Jika terbukti penjelasan tidak diberikan secara utuh, maka pelanggaran itu akan menyentuh ranah etik dan pidana.
Harapan Orang Tua Nazwa Gomba
Di tengah proses hukum yang berjalan, orang tua Nazwa menyampaikan harapan besar agar kasus ini benar-benar dibuka seterang-terangnya.
Ayah Nazwa yakni Ebit Gomba menegaskan bahwa mereka tidak mencari sensasi, tetapi keadilan.
“Kami hanya ingin kebenaran. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak kami di ruang operasi itu,” ujarnya.
Sementara ibunda Nazwa yakni Risnawati Lapaike berharap tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami tragedi serupa.
“Kami sudah kehilangan anak kami. Harapan kami, jangan ada lagi ibu muda yang meninggal karena kelalaian. Biarlah kasus ini menjadi pelajaran supaya rumah sakit lebih hati-hati,” katanya dengan suara bergetar.
Keluarga juga meminta penyidik bekerja tanpa tekanan dari pihak mana pun dan menegaskan bahwa mereka akan mengikuti proses hukum sampai tuntas.
Publik Menantikan Transparansi
Sorotan publik kini tertuju pada langkah Polres Kotamobagu dalam mengurai benang kusut dugaan malapraktik ini. Warga berharap kasus ini menjadi momentum memperbaiki tata kelola layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit ibu dan anak.
Kasus ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Penyidikan masih berjalan, dan masyarakat menunggu kebenaran yang dapat menjawab seluruh kejanggalan yang selama ini mencuat.















